Evolusi BlackBerry _Handheld Mobilemail Sarat Fitur
| B |
anyak perubahan yang terjadi di bidang IT, termasuk pirantinya. Begitu juga dengan BlackBerry, tidak tertutup terhadap perubahan. Perubahan yangn mulai terlihat dari kemunculan BlackBerry Bold, dan tidak lama lagi akan muncul BlackBerry Storm. Pada seri Storm,BlackBerry berusaha menunjukan kemampuannya dalam persaingan teknologi piranti, terutama yang sudah dibuka Apple iPhone.
Di Indonesia sendiri, saat ini BlackBerry Bold ditawarkan dengan harga 8 jutaan oleh Indosat dan XL, namun untuk indent pertama, barangnya sudah habis terjual. Berikut petikan wawawncara eksklusif, Iwan Shaggy Redaktur News Ponsel dengan Gregory Wade, Regional Vice President, Asia Pacific, Reseach In Motion.
NP : Bagaimana anda melihat melihat peluang bisnis seluler di
GW : Bagi kami,
NP : Untuk BlackBerry sendiri, sejak kapan mulai serius menekuni piranti komunikasi berbasis Offices? Masuk
GW : Reseach In Motion didikan pada tahun 1984 dan meluncurkan smartphone BlackBerry pertama pada tahun 1999. RIM sudah menawarkan solusi dan smartphone BlackBerry pada konsumen Indonesia sejak 2004 melalui kerjasama dengan Indosat, salah satu penyedia layanan informasi dan telekomunikasi di Indonesia yang sudah maju. Semenjak itu, pertumbuhannya sangat pesat, dan saat ini kami juga bekerja sama dengan Telkomsel dan XL.
NP : Hingga saat ini sudah berapa pengguna BlackBerry di Indonesia, atau minimal, berapa unit penjualan BlackBerry di Indonesia? Berapa market Share BlackBerry di Indonesia tahun ini?
GW : Dalam Hitungan Global, sudah ada sekitar 19 juta unit BlackBerry yang digunakan oleh oranng di seluruh dunia. Kami tidak bias merinci angka penjualan di tiap pasar ssecara individu.
NP : Sejauh ini, kami belum melihat handset BlackBerry dijual bebas, masih menggunakan system Bundling dengan operator telekomunikasi. Mengapa demikian?
GW : RIM menggunakan metode bisnis tidak langsung untuk BlackBerry solution dan smartphone. Metode ini meningkatkan keahlian dan jaringan operator di pasar local, dan memungkinkan RIM agar focus pada produknya, termasuk pengembangan teknologinya. Metode bisnis tidak langsung ini berhasil dengan baik dan akan terus berdampingan dengan operator mobile di Indonesia (Telkomsel, Indosat dan XL) untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya.
NP : Bagaimana dengan Layanan Purna Jual BlackBerry? Apakah harus diserahkan kepada Operator Telekomunikasi jika mengalami kerusakan atau masalah, mengingat penjualannya juga menggunakan system bundling.
GW : Salah satu kunci keberhasilan model bisnis tidak langsung yang dilakukan oleh RIM adalah kenyataan yang memungkinkan kita untuk meningkatkan keahlian dan jaringan operator di pasar local, sementara kami akan terus memfokuskan usaha untuk melakukan inovasi dalam pengembangan produk dan teknologi. Dengan terus bekerjasama denmgan para carriers (operator telekomunikasi bergerak) di
NP : Sejauh apa keyakinan BlackBerry dapat bersaing dengan piranti mobile lainnya di pasar
GW : RIM menyukai tantangan. Semmakin banyak pengguna yang memahami keuntungan mobile data, maka semakin popular lah dia, dan akan semakin menguntungkan kami sebagai pelopor teknologi mobile data.
Seperti telah disebutkan sebelumnya, BlackBerry bukanlah sekedar piranti biasa. BlackBerry menawarkan fitur lebih dibanding sekedar ponsel ataupun smartphone. Kami yakin bahwa pasar yang tersedia masih terbuka lebar dan masih ada byk tempat untuk vendor-vendor lain yang berbeda. Bisa dikatakan bahwa kami akan terus mendengarkan saran dan masukan dari pelanggan kami, dan mengenalkan piranti atau solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Melalui inovasi yang tiada henti, kami akan mengendalikan evolusi pasar piranti mobile. (Shaggy; NEW`
-002.jpg)